Sura 5:73 adalah salah satu ayat acuan kaum muslim (Islam) untuk menuding dan mengkafirkan kaum Yahudi dan Kristen. Ayat yang lain yang sering dijadikan acuan adalah Sura 5:17 dan Sura 5:72. Namun jika kaum Yahudi dan Kristen membaca isi Surat ini (Sura 5:73):
Kaum Yahudi dan Kristen akan langsung mengetahui, bahwa ada kekeliruan persepsi Al'quran terhadap Ajaran kaum Yahudi dan Kristen. Dengan demikian umat Yahudi dan Kristen akan langsung menyangsikan bahwa Al'quran adalah 'Wahyu Allah' dan 'Firman TUHAN'.
Ajaran Yahudi dan Kristen Memegang Teguh Ke-Esa-an TUHAN, Allah Yang Maha Tinggi
Kaum Yahudi dan Kristen jelas-jelas memiliki landasan pondasi Ajaran yang sama. Lewat Kitab Taurat yang difirmankan TUHAN kepada Musa kepada bangsa Israel.
Ulangan 6:4-5 (TB)
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Perintah ini untuk mengingatkan bangsa Israel terhadap 'betapa kuatnya tangan TUHAN' dalam peristiwa eksodus bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Betapa kerasnya perintah ini sehingga harus dipakai oleh Bangsa Israel (Yahudi) sebagai tanda/materai turun-temurun.
Demikian pula umat Kristen, pada dasarnya umat Kristen memiliki landasan Iman kepada TUHAN, Allah Israel. Hal ini dikarenakan umat Kristen mengimani, bahwa keselamatan lahir dari bangsa Yahudi. (Kitab Injil, Yohanes 4:22).
Kedua-duanya pun meyakini dan menanti-nantikan datangnya 'Sang Mesias (Penyelamat')', hal ini dibuktikan dengan berbagai Kitab Nabi2 (Yahudi/Israel Kuno) yang dipakai dan diimani orang Yahudi tetap berada dalam Kitab Suci Alkitab. Kitab-kitab inipun tetap dipakai dan diimani oleh orang Kristen.
Umat Kristen Pertama Berasal Dari Orang Yahudi
Dan memang umat Kristen pertama kalinya adalah orang-orang Yahudi/Israel (Kitab Injil Matius 10:1-4, Kitab Injil Markus 3:13-19, dan Kitab Injil Lukas 6:12-16). Dan orang-orang non-Kristenlah yang menyebut mereka sebagai Kristen yang artinya 'pengikut Kristus'. Dari hari ke hari, jumlah pengikut Kristus, makin bertambah besar dan banyak jumlahnya. Walau mendapat tekanan siksaan dan penderitaan yang sangat hebat, namun sungguh ajaib Ajaran ini justru meningkat sangat pesat.
Perbedaan Kepercayaan Yahudi dan Kristen
Pada dasarnya Kepercayaan Yahudi dan Kristen beriman kepada TUHAN yang sama. Titik perbedaannya adalah soal kedatangan Mesias (Penyelamat) yang akan menyelamatkan bangsa Israel, sebagaimana sudah dijanjikan dan dinubuatkan dalam Kitab Nabi2 Yahudi.
Umat Kristen mempercayai kedatangan 'Sang Mesias' telah tergenapi dalam diri Isa Almasih (Yesus Kristus). Sedangkan Umat Yahudi masih menanti-nantikan kedatangan Sang Mesias hingga pada saat ini. Betapa kerasnya adat-istiadat Yahudi membuat mereka menolak Isa Almasih/Yesus Kristus sebagai Sang Mesias (Kitab Injil Markus 7:1-23 & Kitab Injil Matius 15:1-20). Akibat ajaran adat-istiadat mereka yang ditafsirkan turun-temurun oleh ahli-ahli Taurat, mereka membayangkan Sang Mesias sebagai 'TUHAN Gagah Perkasa' yang mengalahkan musuh-musuh mereka dengan kemahakuasaanNya.
Sifat Sang Mesias yang mereka harapkan itu tentunya tidak tampak dari diri Isa Almasih (Yesus Kristus) yang terlahir sebagai manusia, bahkan tidak dapat menyelamatkan diri saat ditangkap. Seakan-akan mereka melangkahi otorisasi TUHAN dengan berpatokan sesuai prediksi dan harapan mereka sendiri.
Karena penolakan mereka itu, tentunya mereka tidak pernah mengakui Kitab-Kitab Perjanjian Baru yang berisi 'Injil' Rasul-Rasul Isa Almasih (Yesus Kristus) yang diimani umat Kristen.
Goyahnya Prediksi Dan Penyesalan Ahli-ahli Taurat
Umat Yahudi meyakini sesuai dengan janji dan nubuatan Kitab2 Nabi bahwa Mesias sudah hadir sebelum tergenapinya nubuatan Kitab Nabi Daniel (Tentang Tanda Akhir Zaman).
Betapapun kerasnya prediksi yang sudah menjadi ajaran turun-temurun (adat-istiadat) umat Yahudi, menjadi goyah ketika mulai tergenapinya satu-persatu nubuatan Kitab Nabi Daniel.
Tergenapinya nubuatan2 Nabi Daniel secara satu-persatu saat ini, bahkan mendekati sempurna akhirnya menggoyahkan kerasnya Ajaran Yahudi. Pukulan keras menampar ajaran ini dengan penyesalan para Ahli-ahli Taurat yang hidup di zaman sekarang ini terhadap penolakan mereka kepada Isa Almasih (Yesus Kristus).
Saat ini mereka mulai mempelajari isi Kitab2 Perjanjian Baru, dan betapa takjubnya mereka ketika mempelajari Kitab Injil Pengungkapan Wahyu yang memiliki banyak kesamaan tanda-tanda akhir zaman dengan yang disampaikan oleh Nabi Daniel, bahkan di Kitab Injil Pengungkapan Wahyu itu hal yang tidak diungkapkan dalam Kitab Nabi Daniel menjadi semakin terang benderang.
Al'quran Sebagai Firman Dan Wahyu TUHAN
Bertolak dari salah penafsiran Al'quran terhadap Umat Yahudi dan Kristen membuat umat Yahudi dan Kristen mempertanyakannya sebagai Firman Allah.
Perbedaan pandangan tentang Sang Mesias yang diperdebatkan oleh Yahudi dan Kristen yang kemudian menemukan titik terang. Dan sementara itu Al'quran yang tidak pernah berbicara tentang Sang Mesias, apalagi tanda-tandanya.
Begitu pula dengan kesamaan Kedua Kitab Nubuatan Yahudi dan Kristen yaitu Nabi Daniel dan Kitab Injil Pengungkapan Wahyu (Ditulis Rasul Besar Yohanes) tentang tanda-tanda akhir zaman yang tidak memiliki kesamaan dengan Al'quran. Membuat keberadaan Al'quran sebagai 'Wahyu TUHAN' dan 'Kitab Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumnya' sangatlah disangsikan.
Terang News, ybl-

Pelajarilah Al Qur'an tentang Nabi Isa. Allah sangat memuliakan Nabi Isa. Dan Allah menegaskan bahwa Isa adalah Rasul seperti Muhammad dan bukan anak Tuhan apalagi dianggap Tuhan.
ReplyDeleteAl ikhlas
ReplyDelete