Saturday, December 26, 2015

Allah, TUHAN Dan Tuhan, Siapakah DIA?

Perbedaan penyebutan Kitab Suci Islam (Al'quran) terhadap Kitab Suci Yahudi & Kristen untuk 'Sang Pencipta' telah membuat banyak orang bingung tentang Siapakah Allah, TUHAN dan Tuhan? Tulisan ini untuk meluruskan berbagai pertanyaan mengenai ketiganya.




Perbedaan Kata Allah dan TUHAN serta Tuhan
Allah
Dalam Kitab Suci Yahudi dan Kristen dapat ditemui 4308 kali penyebutan kata 'Allah'. Baik dengan awalan huruf kapital (Allah) maupun dengan awalan huruf kecil (allah). Yang diberi awalan huruf besar 'Allah' merujuk pada sang 'TUHAN', sedangkan awalan huruf kecil merujuk pada 'ilah lain' (Baal/Berhala).

TUHAN 
TUHAN adalah bentuk kehidupan yang lebih tinggi daripada makhluk yang diciptakaNya, IA tidak diciptakan, tidak memiliki permulaan dan tidak akan berakhir (kekal/abadi). 
Kata TUHAN dalam Kitab Suci Yahudi dan Kristen (disebutkan kira-kira 7000kali), dalam bahasa aslinya adalah "Nama TUHAN" yang 'Suci' dan memiliki 'Kuasa', sehingga tidak sembarangan untuk dituangkan dalam sebuah cerita ataupun tulisan. Itulah sebabnya dalam kitab suci Yahudi dan Kristen kata 'TUHAN' keseluruhan ditulis dengan fonem 'kapital', berbeda dengan cara penulisan kata 'Allah' atau 'allah' dan 'Tuhan'.

Tuhan
Dalam Kitab Yahudi dan Kristen bahasa aslinya berarti 'Tuan' sehingga hanya awalannya yang ditulis dengan fonem kapital. Kata 'Tuhan' ditujukan kepada 'Sang Pencipta', namun tanpa menyebutkan 'NamaNya'.



Materai Eksodus
Perhatikan kata TUHAN dan Allah lewat perintah materai berikut ini:
Kitab Taurat, Ulangan 6:4-5 (TB)
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Ini adalah Perintah kepada orang Israel turun-tdan urun hingga saat ini lmelalui perantaraan Musa. Perintah materai/tanda bagi umat Ibrani/Israel ini bahkan hingga 2 kali diulangi oleh Musa (Kitab Taurat Ulangan 6 & 13).

Abraham lebih mengenal kata 'TUHAN' dibanding 'Allah'
Dalam pengutusan Abraham (Kitab Taurat Kejadian 12) jelas tidak pernah disebutkan kata Allah. Yang berulang kali disebutkan di situ adalah kata TUHAN. Yang berarti dalam bahasa aslinya menyebutkan 'Nama TUHAN' Sejak Abraham keluar dari Haran ke tanah Kanaan, ke Mesir hingga mengalahkan raja-raja dari timur Abraham tidak pernah mengenal kata 'Allah' selain kata 'TUHAN' (Kitab Taurat Kejadian 12, 13, & 14). Abraham kemudian mengenal kata Allah setelah perjumpaan dengan Melkisedek (Kitab Taurat Kejadian 14:17-24).

-) Perhatikan berkat Melkisedek untuk Abraham:

Kitab Taurat Kejadian 14:19-20 (TB)
Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
-) Kemudian Sumpah Abraham:
Kitab Taurat, Kejadian 14:22-23 (TB)
Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: 
Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.
*** Perjumpaan kedua orang ini, menunjukkan perbedaan kata untuk merujuk kepada sang pencipta. Abraham hanya mengenal kata 'TUHAN', dan mengenal kata 'Allah Yang Maha Tinggi' lewat Melkisedek, seorang Imam dan Raja Sodom.

Musa Sebagai Penulis Kitab Taurat

Musa sebagai keturunan Abraham dan penulis Kitab Taurat telah mengenal kata Allah yang telah diajarkan turun-temurun oleh nenek moyangnya. Sehingga demikianlah Musa menuliskan Isi Kitab Taurat dengan kata Allah apabila berbicara tentang 'Sang Pencipta'.


Perbedaan Sumber
Beberapa ajaran agama di bumi yang mengimani Allah Yang Maha Tinggi sebagai TUHAN-nya adalah Agama Yahudi, Kristen (Katholik, Ortodoks & Protestan) dan Islam. Ajaran Yahudi & Kristen memilik Visi yang sama tentang sifat dan karakter keilahian Allah. 
Hal ini dikarenakan keduanya memiliki kesamaan 'pondasi/dasar', yaitu Kitab Musa (Kitab Taurat/Torah). Walaupun Jumlah Kitab yang diimani umat Kristen lebih banyak dari umat Yahudi, namun dasar pengenalan tentang Allah berangkat dari Kitab Suci Yahudi (Taurat), hal ini dibuktikan dengan isi Alkitab (Kitab Suci Agama Kristen) yang diawali dengan Kitab Taurat/Torah, Sejarah, Puisi dan Hikmat (Zabur), dan Kitab-kitab Nubuatan, kemudian diikuti Kitab Injil, Surat-surat dan Penyingkapan/Wahyu.

Kitab Taurat/Torah, Sejarah, Puisi dan Hikmat (Zabur), dan Kitab-kitab Nubuatan digolongkan ke dalam 'Perjanjian Lama' yaitu Kitab-kitab yang ditulis dalam zaman Nabi-nabi (zaman Israel kuno)/Sebelum Isa Almasih(Yesus Kristus). Sedangkan Kitab Injil, Surat-surat dan Penyingkapan/Wahyu tergolong 'Perjanjian Baru' yaitu ditulis dalam zaman Rasul-Rasul/Sesudah Yesus Kristus.

Berbeda dengan Ajaran Islam yang bersumber pada Al'quran (Wahyu Allah yang diturunkan kepada Muhammad). Al'quran menurut penganutnya disebut sebagai Kitab Penyempurna dan bersumber pada Kitab-kitab sebelumnya, namun isi Al'quran tidak pernah menyertakan Isi Kitab-kitab sebelumnya. Isi Al'quran berisi tafsiran/simpulan dari Kitab-kitab sebelumnya.



TUHAN Memiliki Sebuah 'Nama'

Dalam sebuah pemerintahan di dunia, sebuah wilayah dikuasai dan diatur sebuah tatanan pemerintahan. Dalam suatu negara/kerajaan terdapat jabatan Presiden/Raja. Presiden/Raja tentunya adalah orang yang memiliki kekuasaan/kemampuan yang melebihi orang-orang yang dipimpinnya. Disamping Presiden/Raja tentunya ada para pemangku jabatan, dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah. Para pemangku jabatan itu dari Presiden/Raja sampai yang terbawa terkadang memiliki 'Gelar Kehormatan'. Gelar yang melekat padanya karena sebuah karya/jasa atau kewibawaan-nya. Dan tentunya di samping Kemampuan, Jabatan, dan Gelar para pemangku Jabatan itu dari Presiden/Raja sampai yang terendah memiliki sebuah 'Nama'.


Seperti pemerintahan di dunia demikianlah kerajaan Sorga, TUHAN memiliki Jabatan sebagai Allah Yang Mahatinggi dengan berbagai gelar, serta memiliki sebuah 'nama'. Memiliki para pemangku jabatan Kerajaan Sorga: Malaikat-malaikat, Orang-orang Kudus, Saksi-saksi Yesus Kristus (Kitab Injil Pengungkapan, Wahyu 17:6, Kitab Taurat Kejadian 28:12, Kitab Mazmur Daud 123:20, Kitab Injil Matius 4, dst), hingga para pemangku jabatan yang terendah yaitu warga kerajaan sorga (Kitab Injil Surat Filipi 3:20).

Dari Kitab Suci Yahudi dan Kristen kita mengenal bahwa dalam kerajaan sorga memiliki strata. Sebuah 'ROH' (Kitab Injil Yohanes 1:18; 4:24), yang memiliki Otoritas/Kemampuan sebagai 'TUHAN'(Kitab Taurat Kejadian 1:1, Kitab Injil Yohanes 17:24 , Kitab Taurat Keluaran 32:32, Kitab Injil Wahyu 1:8, dst) memiliki Jabatan sebagai 'Allah/Raja Kekal' (Kitab Sejarah 1 Samuel 8, Kitab Injil Pengungkapan Wahyu 4:11),  bergelar 'Mahasempurna' (Banyak sekali Gelar untuk Allah dalam Kitab Suci dan dapat dirangkum sebagai 'Mahasempurna'), dan bernama 'YEHUWA' (Kitab Nabi Besar Yesaya 42:8, Kitab Mazmur Daud 83:18, Kitab Injil Yohanes 17:26).


Meskipun TUHAN, Allah Yang Mahatinggi memiliki banyak gelar, Ia hanya memiliki satu nama. Ia memberi tahu kita siapa nama-Nya dengan mengatakan, ”Akulah Yehuwa. Itulah namaKu.” (Kitab Nabi Besar Yesaya 42:8) Cara mengucapkan nama-Nya berbeda-beda bergantung pada bahasanya. Dalam bahasa Indonesia, nama itu diucapkan ”Yehuwa”. Tetapi, ada juga yang mengucapkannya ”Yahweh”.Baca Kitab Mazmur Daud 83:18.
'Nama TUHAN' telah dihapus dalam Alkitab dan diganti dengan gelar TUHAN atau Allah. Tetapi, sewaktu Alkitab ditulis, nama Allah dicantumkan sebanyak kira-kira 7.000 kali. 
Sewaktu mengajar orang tentang Allah, Yesus memberitahukan nama-Nya.Baca Kitab Injil Yohanes 17:26.

Sedangkan Al'quran tidak pernah memuat 'salah satu' keterangan di atas dari 2 Kitab Suci Agama Besar pendahulunya (Yahudi dan Kristen). Al'quran tidak pernah menyebutkan 'Nama TUHAN-nya' selain dengan kata 'Allah'.

Terang News, ybl-

No comments:

Post a Comment